Kelezatan Sate Taichan di Kafe Baks Coffee


Sate, pada umumnya yang sering kita temui itu menggunakan bumbu kecap atau bumbu kacang. Seperti sate ayam Madura pakai bumbu kacang dan sate Tegal menggunakan bumbu kecap yang terdiri dari irisan bawang merah, cabai dan tomat.

Beda lagi dengan sate yang satu ini. Sate, ini bukan sate tradisional dari daerah manapun melainkan sate kekinian anak-anak Jakarta. Namanya Taichan.

Sate Taichan, saat ini memang masih menjadi kuliner populer. Sebab, sate ini hanya berisi daging saja, tidak pakai kulit seperti sate-sate lainnya.

Karena tidak semua orang menyukai kulit ayam. Dulu, Taichan ini asal muasalnya jajanan pinggir jalan. Tetapi saat ini, mulai banyak yang menjual taichan. Seperti di sejumlah restoran dan kafe, relatif mudah menemukan sate taichan ini.

Seperti disalah satu kafe di daerah Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur yang bernama Baks Coffee and Kitchen. Di sini, kamu bakalan menemukan beberapa menu yang kekinian banget, misalnya mie goreng, pisang bakar, pisang nugget hingga sate taichan yang katanya yang berbeda dari rumah makan lainnya. 

Sate Taichan di Baks Coffee and Kitchen. AKURAT.CO/Chodijah Febriyani
Ditemui AkuratKuliner, Frans mengatakan, sate Taichan yang mereka punya berbeda dengan yang lain. Karena ada bumbu lainnya yang mereka buat sendiri yang disebut bumbu celup.

"Kita ada bumbu celup yang dibuat sendiri yang terdiri dari rempah-rempah seperti cabai dan lada," katanya, Senin (22/10).

Ia menambahkan dagingnya pun berbeda dari taichan yang ada. Kita ada proses yang bernama marinasi.

"Jadi, saat dimarinasi atau dikukus selama 30 menit. Setelah itu, kita grill dengan bara api. Tapi, yang bikin bedanya, bau arang kita nggk akan terasa, karena pas dibakar kita peras pakai jeruk limau di atas satenya. Itu yang bikin tidak berasa bau arang," jelasnya.

Hari ini, kami berkesempatan mencicipi hidangan yang katanya signature dari kafe ini. Tanpa berlama-lama, pesanan kami pun datang dan langsung. Dari tampilannya, mereka mengemasnya di atas daun pisang. Lalu, di sampingnya diberi sambal, potongan jeruk nipis dan jamur totole. Satu piringnya berisi 10 tusuk sate.

Dari teksturnya, dagingnya agak berwarna putih pucat. Tetapi dagingnya bertekstur agak juicy tapi cenderung kering. Kami pikir, rasa dagingnya akan keras.

Tetapi, ternyata tidak sama sekali. Gigitan pertama yang kami rasakan agak kenyal, dan agak terasa lumer di mulut si dagingnya ini. Dan, benar saja. Walaupun dibakar, ini sama sekali nggak bau arang. Karena teknik bakar mereka yang berkualitas.

Potongan dagingnya pas, tidak besar dan kecil juga kok. Sementara, untuk sambalnya, mereka menggunakan bahan yang sederhana seperti cabai merah keriting, tomat dan garam. Dari semua bahan tersebut direbus. Lalu, mereka ulek semua tidak menggunakan blender, loh. Hal ini dilakukan agar cita rasa alaminya terasa kental di dalam mulut kamu.

Sambelnya tidak pedas. Jadi, buat kamu yang tidak suka pedas, cocok banget icip-icip taichan ini. Satu hal, mereka menggunakan daging yang benar-benar segar. Jadi, kalau daging ayamnya tidak habis, mereka langsung buang begitu saja. Sayang sekali ya, tetapi, itu semua untuk Menjaga kualitas mereka.

Untuk 10 tusuk sate taichan ini kamu cukup membayar seharga Rp25 ribu saja kok. Selain daging ayam, mereka juga menjual kulit ayam taichan seharga Rp20 ribu saja.

Sumber : Akurat.co
Editor : Caki

Comments